Revolusi Kecerdasan Buatan (AI) telah mengubah cara kita bekerja, namun juga menciptakan masalah baru: kebutuhan akan daya komputasi yang gila-gilaan. Dulu, untuk melatih atau menjalankan model bahasa besar (Large Language Models atau LLM), seorang developer harus menyewa server cloud yang mahal atau memiliki ruang server pribadi yang bising dan panas. Namun, bagaimana jika kekuatan setara pusat data (data center) itu bisa dimasukkan ke dalam kotak kecil yang hening di atas meja kerja Anda?
Inilah janji yang dibawa oleh Dell Pro Max with GB10.

Perangkat ini bukan sekadar PC desktop biasa. Ini adalah sebuah “AI Factory” mini. Dell, bekerja sama dengan NVIDIA, telah menciptakan monster kecil yang siap melahap beban kerja AI terberat sekalipun. Di tahun 2025 dan 2026 ini, Dell Pro Max with GB10 menjadi topik hangat di kalangan ilmuwan data dan AI Engineer.
Namun, seberapa kencang sebenarnya performanya? Apakah benar ia bisa menggantikan peran server raksasa? Dan apa bedanya dengan saudara kembarnya, NVIDIA DGX Spark? Dalam artikel mendalam ini, kita akan membedah tuntas spesifikasi, kemampuan teknis, hingga isu-isu detail seperti kode FCM1253 yang sempat ramai dibicarakan.
Apa Itu Dell Pro Max with GB10? (Mesin Impian Developer AI)
Secara sederhana, Dell Pro Max with GB10 adalah desktop workstation kompak yang dirancang khusus untuk pengembangan AI. Jika workstation tradisional fokus pada rendering grafis 3D atau edit video, mesin ini fokus pada satu hal: Matriks Matematika untuk AI.
Jantung dari mesin ini adalah NVIDIA GB10 Grace Blackwell Superchip. Ini adalah cip revolusioner yang menggabungkan CPU berbasis arsitektur Arm (bernama “Grace”) dengan GPU arsitektur terbaru NVIDIA (bernama “Blackwell”) dalam satu paket super terintegrasi.
Target pengguna mesin ini sangat spesifik:
-
AI Developer: Yang butuh menguji coba (prototyping) model AI secara lokal sebelum disebar ke server produksi.
-
Data Scientist: Yang membutuhkan privasi data tingkat tinggi (tidak boleh upload data sensitif ke cloud seperti ChatGPT).
-
Institusi Riset: Yang membutuhkan node komputasi mandiri.
Bedah Spesifikasi: Dell Pro Max with GB10 Specs
Melihat lembar spesifikasi (Dell Pro Max with GB10 datasheet) mesin ini bisa membuat penggemar teknologi berdecak kagum. Mari kita bedah komponen kuncinya satu per satu.
1. CPU & Arsitektur (Grace Blackwell)
Mesin ini ditenagai oleh CPU Arm 20-Core. Penggunaan arsitektur Arm (bukan x86 seperti Intel/AMD biasa) dipilih demi efisiensi daya yang ekstrem namun tetap bertenaga. CPU ini bekerja harmonis dengan GPU Blackwell untuk memproses data tanpa hambatan bottleneck yang biasa terjadi di PC konvensional.
2. Memori 128GB LPDDR5x Unified (Kunci Utama!)
Inilah fitur pembunuhnya. Pada PC biasa, RAM CPU dan RAM GPU (VRAM) itu terpisah. Data harus disalin bolak-balik via kabel PCIe yang lambat.
Di Dell Pro Max with GB10, mereka menggunakan 128GB Unified Memory. Artinya, CPU dan GPU berbagi kolam memori yang sama. Kapasitas 128GB ini sangat masif untuk ukuran VRAM. Sebagai perbandingan, kartu grafis game termahal (RTX 4090) hanya punya 24GB VRAM. Dengan 128GB, Anda bisa memuat model AI raksasa ke dalam memori tanpa masalah.
3. Performa Komputasi 1 PetaFLOP
Dalam dunia AI, performa diukur dalam FLOPs (Floating Point Operations Per Second). Dell mengklaim mesin ini sanggup mencapai 1 PetaFLOP kinerja AI (dalam presisi FP4). Angka ini setara dengan kinerja superkomputer beberapa tahun lalu, kini ada di meja Anda.
4. Konektivitas & Daya
Mesin ini dilengkapi dengan NVIDIA ConnectX-7 SmartNIC, kartu jaringan super cepat untuk transfer data antar mesin (jika Anda ingin menggabungkan dua unit GB10). Menariknya, dayanya disuplai oleh adaptor USB-C 280W. Ya, tenaga sebesar itu hanya butuh daya 280 Watt, sangat efisien dibanding server H100 yang butuh ribuan watt.
Kemampuan AI: Menjalankan Model 200 Miliar Parameter
Apa arti semua angka spesifikasi di atas dalam penggunaan nyata?
Dengan memori 128GB yang koheren, Dell Pro Max with GB10 review dari berbagai pengujian menunjukkan mesin ini sanggup menjalankan inferensi (menjalankan tanya-jawab AI) pada model bahasa dengan ukuran hingga 200 Miliar (200B) Parameter (dalam format terkuantisasi FP4).
Untuk fine-tuning (melatih ulang model agar pintar di bidang tertentu), mesin ini sanggup menangani model Llama 3 atau sejenisnya hingga ukuran 70 Miliar (70B) Parameter.
Ini adalah kemampuan yang luar biasa. Sebelumnya, untuk menjalankan model 70B parameter dengan lancar, Anda membutuhkan setidaknya dua buah GPU A100 80GB yang harganya ratusan juta rupiah per unitnya dan membutuhkan ruang server dingin. Kini, Anda bisa melakukannya di ruangan ber-AC standar kantor.
Dell Pro Max with GB10 vs NVIDIA DGX Spark
Banyak yang bingung, karena NVIDIA juga merilis produk serupa bernama DGX Spark. Apa bedanya?
Secara fisik dan jeroan utama, keduanya 95% identik. Keduanya menggunakan papan sirkuit (motherboard) GB10 yang sama. Namun, Dell memberikan sentuhan khusus:
-
Optimasi Pendinginan (Thermal):
Pengujian dari ServeTheHome menunjukkan bahwa Dell Pro Max with GB10 memiliki desain bezel depan dan konfigurasi kipas yang sedikit berbeda. Hasilnya, aliran udara (airflow) pada unit Dell lebih optimal. Dalam pengujian beban kerja jangka panjang, unit Dell mampu mempertahankan performa puncak (boost clock) lebih lama sebelum sistem menurunkan kecepatan (throttling) akibat panas. -
Firmware & BIOS:
Ini perbedaan krusial. Anda tidak bisa sembarangan menginstal firmware NVIDIA ke unit Dell, atau sebaliknya. Dell menggunakan tanda tangan digital (signature) sendiri untuk keamanan BIOS-nya. -
Ekosistem Dukungan:
Membeli DGX Spark berarti berurusan langsung dengan NVIDIA (yang biasanya fokus ke klien korporat raksasa). Membeli Dell Pro Max berarti Anda mendapatkan akses ke Dell ProSupport. Jika mesin rusak, teknisi Dell yang akan datang ke kantor Anda. Bagi banyak perusahaan, ini adalah faktor penentu.
Isu Teknis: Kode FCM1253 dan Secure Boot
Dalam peluncuran awalnya, sempat ada kebingungan di kalangan pengguna awal (early adopters) terkait kode isu FCM1253.
Apa itu FCM1253?
Ini merujuk pada catatan teknis Dell mengenai unit-unit Dell Pro Max with GB10 yang dikirimkan sebelum tanggal 1 November 2025. Unit-unit awal ini dikirim dengan fitur keamanan Secure Boot dalam kondisi Disabled (Mati).
Mengapa?
Ternyata, pada saat peluncuran, driver grafis (GPU Driver) untuk cip Blackwell GB10 belum mendapatkan tanda tangan digital (signed) yang valid untuk lolos pengecekan Secure Boot. Karena kebutuhan operasional untuk segera mengirim barang, Dell memutuskan mengirim unit dengan Secure Boot mati agar mesin tetap bisa menyala dan dipakai.
Solusinya?
Jika Anda memiliki unit dengan kode produksi awal ini, solusinya sederhana. Dell telah merilis pembaruan driver GPU yang sudah ditandatangani. Anda cukup mengunduh driver terbaru dari situs Dell Support, instal, lalu masuk ke BIOS untuk mengaktifkan kembali (Enable) fitur Secure Boot. Masalah selesai.
Mengintip Masa Depan: Dell Pro Max with GB300
Dunia teknologi tidak pernah puas. Sementara kita terkesima dengan GB10, rumor dan teaser mengenai kakaknya, Dell Pro Max with GB300, sudah mulai beredar.
Jika GB10 adalah “Workstation”, maka GB300 adalah “Server Mini”.
-
Performa: Diproyeksikan mencapai 20 PetaFLOPS (20x lipat dari GB10!).
-
Memori: Isunya akan membawa memori gabungan hingga 784GB.
-
Target: Ini bukan lagi untuk developer individu, melainkan untuk tim riset yang ingin melatih model AI dari nol (training from scratch) tanpa menyewa cloud.
Tentu saja, Dell Pro Max GB300 price diprediksi akan jauh lebih mahal, mungkin setara harga mobil mewah, mengingat spesifikasinya yang di luar nalar.
Estimasi Harga dan Ketersediaan
Berapa harga yang harus dibayar untuk Dell Pro Max with GB10 price?
Dell biasanya tidak memajang harga transparan untuk produk kelas enterprise ini di situs belanja biasa. Harga sangat bergantung pada kontrak B2B dan volume pembelian.
Namun, berdasarkan estimasi pasar dan perbandingan dengan komponen server:
-
Unit ini diperkirakan berada di kisaran harga US$ 5.000 hingga US$ 10.000 (Sekitar Rp 75 Juta – Rp 150 Juta).
Terdengar mahal? Coba bandingkan dengan menyewa instance GPU H100 di AWS atau Azure yang bisa menelan biaya US$ 2-4 per jam. Jika tim Anda menggunakan GPU 24 jam sehari untuk riset, harga Dell GB10 ini akan balik modal (break even) hanya dalam waktu beberapa bulan saja. Ditambah lagi, asetnya menjadi milik Anda selamanya.
Dell Pro Max with GB10 adalah sebuah pencapaian teknik yang luar biasa. Ia mendemokratisasi akses terhadap kekuatan komputasi AI kelas atas. Kini, startup kecil, peneliti universitas, atau departemen IT di perusahaan menengah bisa memiliki “Superkomputer Saku” mereka sendiri.
Meskipun ada sedikit kendala teknis di awal peluncuran (isu Secure Boot), Dell membuktikan komitmennya dengan perbaikan cepat dan kualitas hardware yang solid (pendinginan superior). Bagi Anda yang serius berkecimpung di dunia Generative AI dan LLM, mesin ini adalah investasi alat perang terbaik yang bisa Anda beli di tahun 2026.
Interogator Blog teknologi gadget canggih terbaru

