Kamera saku menjadi pilihan praktis bagi mereka yang menginginkan kualitas foto baik tanpa ribet membawa peralatan besar. Canon IXUS 285 HS hadir sebagai solusi kompak dengan kemampuan fotografi yang mumpuni. Perangkat ini menggabungkan desain ramping, teknologi canggih, dan harga terjangkau dalam satu paket menarik.

Diluncurkan di tahun 2016, kamera ini menawarkan sensor 20,2 megapiksel, lensa zoom optik 12x, dan konektivitas nirkabel. Fitur WiFi dan NFC memudahkan berbagi foto langsung ke ponsel pintar. Meski sudah berusia beberapa tahun, Canon IXUS 285 HS tetap relevan sebagai kamera cadangan atau pilihan ekonomis di pasaran bekas.
Mengenal Kamera Canon IXUS 285 HS
Canon IXUS 285 HS adalah kamera saku digital yang termasuk dalam jajaran seri IXUS dari Canon. Kamera ini dirancang untuk pengguna yang menginginkan kemudahan pemotretan dengan hasil berkualitas. Konsep utamanya adalah portabilitas tanpa mengorbankan fitur penting. Bodi ramping memungkinkan kamera masuk kantong celana atau tas kecil.
Perangkat ini menargetkan segmen pengguna kasual hingga semi-serius. Cocok untuk pelajar, mahasiswa, traveler, atau siapa saja yang butuh kamera praktis sehari-hari. Antarmuka yang sederhana membuat pemula bisa langsung menggunakannya. Sementara mode manual dan fitur lanjutan tetap tersedia untuk pengguna yang lebih berpengalaman.
Canon IXUS 285 keluaran tahun berapa? Kamera ini resmi diumumkan dan dirilis pada tanggal 5 Januari 2016. Peluncuran bertepatan dengan ajang Consumer Electronics Show (CES) 2016 di Las Vegas. Canon memposisikan kamera ini sebagai upgrade dari pendahulunya IXUS 275 HS. Perbaikan utama ada pada konektivitas dan beberapa fitur pemotretan.
Di pasar Indonesia, Canon IXUS 285 HS masuk sekitar pertengahan 2016. Distribusi resmi melalui Datascrip sebagai distributor resmi Canon Indonesia. Harga peluncuran di Indonesia berkisar Rp 3,2 juta hingga Rp 3,5 juta. Angka ini cukup kompetitif dibanding kamera saku premium lain saat itu.
Nama IXUS digunakan untuk pasar Eropa dan Asia. Di Amerika Serikat, kamera yang sama dijual dengan nama PowerShot ELPH 360 HS. Sementara di Jepang dipasarkan sebagai IXY 650. Spesifikasi dan fitur ketiganya identik, hanya berbeda nama regional.
Positioning Canon IXUS 285 HS berada di segmen menengah seri IXUS. Di atasnya ada model dengan sensor lebih besar atau lensa lebih canggih. Di bawahnya terdapat varian lebih sederhana tanpa WiFi atau zoom lebih kecil. Model ini menawarkan keseimbangan baik antara fitur dan harga untuk penggunaan umum.
Sejarah Seri Canon IXUS
Seri Canon IXUS memiliki sejarah panjang sejak era kamera film. Nama IXUS pertama kali muncul tahun 1996 untuk kamera film APS (Advanced Photo System). Kamera IXUS film terkenal dengan desain ultra-kompak dan gaya premium. Kepopuleran ini membuat Canon melanjutkan nama IXUS ke era digital.
Digital IXUS pertama diluncurkan tahun 2000 dengan model IXUS 300. Kamera ini membawa konsep desain ramping dan elegan ke format digital. Material metal dan finishing berkualitas menjadi ciri khas. Target pasarnya adalah konsumen yang menginginkan kamera bergaya dengan performa solid.
Sepanjang tahun 2000-an, seri IXUS terus berkembang. Canon merilis puluhan model dengan berbagai variasi. Mulai dari model entry-level hingga high-end dengan fitur canggih. Setiap generasi membawa peningkatan sensor, lensa, prosesor, dan fitur tambahan. Konsistensi desain tetap dijaga dengan bodi tipis dan tampilan premium.
Di era 2010-an, seri IXUS menghadapi persaingan ketat dari ponsel pintar. Kualitas kamera ponsel terus meningkat menggerus pasar kamera saku. Canon merespons dengan menambahkan konektivitas WiFi dan NFC. Fitur ini memudahkan berbagi foto ke media sosial langsung dari kamera. Canon IXUS 285 HS adalah salah satu model yang lahir dari strategi ini.
Keunikan seri IXUS terletak pada kombinasi portabilitas dan kualitas. Tidak seperti kamera DSLR yang besar dan berat, IXUS bisa dibawa kemana saja. Namun hasil fotonya jauh lebih baik dari ponsel biasa karena sensor dan lensa lebih besar. Mode otomatis yang pintar membuat siapa saja bisa dapat foto bagus tanpa pengetahuan teknis mendalam.
Canon IXUS Dirilis Tahun Berapa
Canon IXUS dirilis tahun berapa? Seri IXUS versi digital pertama kali muncul di tahun 2000. Model pionirnya adalah Canon Digital IXUS (atau PowerShot Digital ELPH di AS). Kamera ini menggunakan sensor CCD 2,1 megapiksel yang canggih untuk zamannya. Desainnya sangat kompak dengan dimensi saku yang nyaman.
Sejak 2000 hingga sekarang, Canon sudah merilis lebih dari 100 model IXUS. Setiap tahun muncul beberapa model baru dengan perbaikan bertahap. Puncak popularitas seri ini di pertengahan 2000-an saat kamera digital booming. Saat itu IXUS menjadi salah satu kamera saku paling laris di dunia.
Era modern seri IXUS dimulai sekitar 2010 dengan penambahan sensor CMOS dan prosesor DIGIC yang lebih cepat. Model-model seperti IXUS 200 HS (2011) membawa teknologi High Sensitivity untuk foto lowlight lebih baik. Fitur video Full HD juga mulai standar di pertengahan 2010-an.
Canon IXUS 285 HS keluaran tahun berapa? Seperti disebutkan sebelumnya, model ini keluar tahun 2016. Ini termasuk generasi terakhir IXUS yang masih diproduksi massal. Setelah 2017, Canon mengurangi jumlah model IXUS baru karena fokus ke kamera mirrorless dan DSLR. Beberapa model IXUS masih dijual hingga 2020-an sebagai stok lama.
Di tahun 2026 sekarang, seri IXUS sudah tidak lagi menjadi fokus utama Canon. Pasar kamera saku nyaris punah dikalahkan ponsel pintar flagship. Namun bagi penggemar fotografi, IXUS tetap punya tempat sebagai kamera cadangan yang ringan. Harga bekas yang terjangkau membuat model seperti IXUS 285 HS masih dicari.
Desain dan Bodi Canon IXUS 285 HS
Desain Canon IXUS 285 HS mengikuti filosofi seri IXUS yaitu ramping, elegan, dan mudah dibawa. Dimensi kamera adalah 99,6 x 58,0 x 22,8 mm saat lensa tertutup. Ukuran ini cukup kecil untuk masuk kantong celana atau tas kecil. Ketebalan 22,8 mm termasuk tipis untuk kamera dengan zoom 12x yang cukup panjang.
Berat kamera hanya 147 gram termasuk baterai dan kartu memori. Bobot ini sangat ringan sehingga tidak memberatkan saat dibawa seharian. Penggunaan material yang tepat menghasilkan kamera kokoh namun tidak berat. Keseimbangan berat dan ukuran membuat kamera nyaman digenggam lama.
Bodi menggunakan material metal alloy atau paduan logam pada bagian luar. Permukaan dilapisi finishing glossy yang mengkilap atau matte tergantung varian warna. Material logam memberikan kesan premium dan lebih tahan lama dibanding plastik. Konstruksi kokoh melindungi komponen internal dari benturan ringan.
Pilihan warna yang tersedia:
- Hitam (Black) – Klasik dan elegan, paling populer
- Perak (Silver) – Kesan modern dan profesional
- Ungu (Purple) – Pilihan warna feminin yang menarik
Ketiga warna memiliki spesifikasi dan harga yang sama. Pemilihan warna murni preferensi pribadi. Warna hitam biasanya paling dicari karena versatile dan tidak cepat terlihat kotor. Warna ungu menjadi favorit pengguna wanita yang ingin kamera terlihat beda.
Tata letak tombol sangat ergonomis. Tombol rana berada di posisi natural jari telunjuk. Tombol zoom berbentuk rocker mengelilingi tombol rana untuk akses mudah. Tombol mode dan menu di belakang dekat ibu jari. Sementara layar LCD mendominasi bagian belakang. Desain minimalis dengan tombol seperlunya menghindari kebingungan.
Bagian depan terdapat lensa yang bisa keluar masuk otomatis. Saat mati, lensa tertutup rapat di dalam bodi melindungi dari debu dan goresan. Flash built-in terintegrasi di atas lensa. Tidak ada hotshoe eksternal karena memang kamera saku tidak dirancang untuk aksesori tambahan. Lubang mikrofon kecil untuk perekaman audio video juga terlihat.
Grip kamera minimalis namun cukup untuk pegangan stabil. Tidak ada rubber grip khusus seperti DSLR, namun tekstur bodi sudah cukup anti-selip. Desain kurva melengkung mengikuti bentuk tangan membuat genggaman nyaman. Untuk tangan kecil hingga sedang, kamera ini sangat pas. Tangan besar mungkin merasa sedikit cramped.
Spesifikasi Lengkap Canon IXUS 285 HS
Sensor gambar yang digunakan adalah CMOS 20,2 megapiksel tipe 1/2,3 inci. Sensor ini adalah standar untuk kamera saku kelas menengah. Ukuran 1/2,3 inci memang lebih kecil dari sensor APS-C atau full-frame, namun cukup untuk hasil foto berkualitas di kondisi normal. Teknologi back-illuminated CMOS (BSI-CMOS) meningkatkan sensitivitas cahaya.
Total piksel efektif mencapai 20,2 megapiksel dari total fisik sekitar 21,1 megapiksel. Resolusi ini cukup untuk mencetak foto ukuran besar atau crop tanpa kehilangan detail signifikan. Filter warna primary color menghasilkan reproduksi warna natural. Sensor bekerja sama dengan prosesor untuk hasil optimal.
Prosesor gambar DIGIC 4+ adalah otak kamera yang memproses data dari sensor. DIGIC 4+ adalah versi ditingkatkan dari DIGIC 4 dengan performa lebih cepat. Prosesor ini menangani reduksi noise, white balance, color processing, dan kompresi data. Kecepatan prosesor menentukan responsivitas kamera saat pemotretan.
Lensa zoom optik 12x dengan rentang focal length 4,5-54 mm (setara 25-300mm format 35mm). Rentang ini sangat fleksibel dari ultra-wide 25mm untuk landscape hingga telephoto 300mm untuk subjek jauh. Zoom optik menggunakan pergerakan elemen lensa fisik sehingga kualitas tetap tajam di semua rentang zoom.
Konstruksi lensa terdiri dari 9 elemen dalam 7 grup. Termasuk di dalamnya 1 lensa aspheric dua sisi, 1 lensa aspheric dua sisi UA (Ultra-low dispersion Aspherical), dan 1 lensa aspheric satu sisi. Konfigurasi ini meminimalisir aberasi dan distorsi untuk hasil foto tajam dari tengah hingga tepi.
Bukaan lensa berkisar f/3,6 pada wide hingga f/7,0 pada telephoto. Bukaan f/3,6 di posisi wide cukup lebar untuk kondisi cahaya cukup. Namun saat zoom maksimal, bukaan menyempit ke f/7,0 yang membutuhkan cahaya lebih banyak. Ini adalah trade-off normal pada lensa zoom dengan rentang besar.
Stabilisasi gambar Intelligent IS menggunakan teknologi lens-shift untuk mengkompensasi guncangan. Sistem ini bisa mendeteksi jenis gerakan dan memilih mode stabilisasi optimal dari 8 mode berbeda. Efektivitas stabilisasi mencapai 2,5 stop menurut standar CIPA. Untuk video, tersedia Enhanced Dynamic IS 4-axis yang lebih kuat.
Teknologi Sensor dan Pemrosesan
Sensor CMOS back-illuminated pada Canon IXUS 285 HS menggunakan teknologi pencahayaan dari belakang. Berbeda dengan sensor konvensional, BSI-CMOS menempatkan lapisan fotosensitif di depan. Rangkaian elektronik dipindah ke belakang agar tidak menghalangi cahaya masuk. Hasilnya sensitivitas lebih tinggi terutama di kondisi cahaya rendah.
Teknologi iSAPS (Intelligent Scene Analysis based on Photographic Space) terintegrasi dengan DIGIC 4+. Sistem ini menganalisis scene yang dibidik dan menyesuaikan setting otomatis. Parameter seperti ISO, shutter speed, aperture, white balance disesuaikan real-time. Pengguna cukup arahkan dan jepret, kamera yang mengatur sisanya.
Rentang ISO yang didukung adalah ISO 80-3200 dengan setting otomatis. ISO rendah 80 menghasilkan noise minimal untuk kondisi terang. ISO tinggi hingga 3200 membantu pemotretan lowlight tanpa flash. Noise reduction otomatis bekerja di ISO tinggi menjaga detail dan mengurangi grain. Namun di ISO 1600 ke atas, noise mulai terlihat meski masih acceptable.
Prosesor juga menangani High Dynamic Range (HDR) dan mode pemotretan khusus. HDR menggabungkan beberapa eksposur berbeda menghasilkan foto dengan detail highlight dan shadow lebih baik. Mode Creative Shot menghasilkan 6 varian foto dengan filter berbeda dari satu jepretan. Semua proses berjalan cepat berkat DIGIC 4+ yang efisien.
Kecepatan shutter berkisar 1-1/2000 detik dengan tambahan mode bulb hingga 15 detik. Shutter speed cepat membekukan aksi bergerak. Shutter lambat untuk low light atau efek kreatif seperti light trail. Mode long shutter khusus tersedia untuk foto malam atau fireworks dengan eksposur hingga 15 detik.
Sistem fokus menggunakan contrast-detection AF dengan 9 titik fokus. Sistem ini menganalisis kontras scene untuk menentukan fokus akurat. Meski tidak secepat phase-detection, contrast AF sudah cukup untuk kamera saku. Mode face detection prioritas mengunci wajah subjek. Sementara tracking AF mengikuti subjek bergerak dalam frame.
Fitur Unggulan Canon IXUS 285 HS
Fitur konektivitas WiFi built-in menjadi keunggulan utama Canon IXUS 285 HS. Standar WiFi 802.11b/g/n memungkinkan transfer foto nirkabel ke smartphone atau tablet. Pengguna bisa langsung upload foto ke media sosial tanpa perlu komputer. Setting WiFi cukup mudah melalui menu kamera dan aplikasi Canon Camera Connect.
NFC (Near Field Communication) mempermudah pairing kamera dengan perangkat Android yang mendukung NFC. Cukup tempelkan kamera ke ponsel yang sudah terinstall aplikasi Canon. Koneksi WiFi otomatis terbentuk tanpa perlu input password manual. Fitur ini menghemat waktu terutama saat travelling dan ingin cepat share foto.
Mode pemotretan cerdas tersedia lengkap untuk berbagai situasi:
- Smart Auto dengan deteksi 32 scene otomatis
- Portrait dioptimasi untuk foto wajah dengan kulit halus
- Handheld Night Scene menggabungkan beberapa frame untuk foto malam tanpa tripod
- Low Light mode khusus untuk kondisi gelap dengan noise rendah
- High-speed Burst untuk aksi cepat dengan 7,2 fps di resolusi 5MP
- Fish-eye Effect menciptakan efek lensa mata ikan
- Miniature Effect membuat scene seperti miniatur atau diorama
- Toy Camera Effect untuk kesan vintage fun
- Monochrome hitam putih klasik
- Super Vivid warna jenuh dan kontras tinggi
- Poster Effect seperti poster grafis
Mode Creative Shot adalah fitur unik yang menghasilkan 5 varian foto dengan filter dan crop berbeda ditambah 1 foto normal. Total 6 foto dari satu jepretan. Kamera secara cerdas memilih komposisi dan filter yang menarik. Cocok untuk pengguna yang ingin hasil kreatif tanpa ribet edit manual.
Hybrid Auto merekam video pendek 2-4 detik sebelum setiap foto. Video-video pendek ini kemudian digabung otomatis menjadi video summary harian. Pengguna mendapat album video yang merangkum momen-momen penting. Fitur ini sangat berguna untuk dokumentasi travelling atau event.
Smart Shutter mencakup beberapa mode jepretan cerdas:
- Smile Shutter otomatis memotret saat subjek tersenyum
- Wink Self-Timer memicu rana saat subjek mengedip
- Face Self-Timer mendeteksi wajah baru masuk frame lalu memotret otomatis
Mode-mode ini memudahkan selfie atau foto grup tanpa remote. Cukup set timer dan kamera akan jepretan sendiri saat mendeteksi kondisi yang tepat.
Stabilisasi gambar 4-axis Enhanced Dynamic IS khusus untuk video sangat efektif. Sistem ini mengkompensasi guncangan di 4 sumbu berbeda: horizontal, vertikal, roll, dan rotasi. Video yang dihasilkan jauh lebih smooth meski merekam sambil berjalan. Tidak perlu gimbal mahal untuk video stabil.
Zoom Framing Assist membantu tracking subjek saat zoom telephoto. Fitur ini secara otomatis zoom out sedikit saat subjek keluar frame lalu zoom in lagi saat subjek kembali. Sangat berguna saat memotret anak kecil atau hewan yang bergerak tidak terduga.
Kemampuan Kamera Canon IXUS 285 HS
Kualitas foto Canon IXUS 285 HS di kondisi cahaya cukup sangat baik. Warna akurat dengan saturasi natural. Detail tajam di tengah frame hingga tepi berkat kualitas lensa yang solid. Dynamic range cukup luas menangkap detail di area terang dan gelap bersamaan. Foto outdoor di siang hari menghasilkan gambar jernih dengan noise minimal.
Di kondisi cahaya rendah, performa mulai menurun seperti kamera sensor kecil pada umumnya. ISO otomatis akan naik ke 1600-3200 untuk kompensasi. Noise mulai terlihat namun masih dapat diterima untuk ukuran foto sedang atau view di layar. Mode Handheld Night Scene membantu dengan menggabungkan multiple exposure mengurangi noise.
Penggunaan flash built-in efektif untuk jarak dekat 50cm – 3 meter. Flash cukup terang menerangi subjek di ruangan gelap. Namun hasil foto flash sering terlihat flat dan warna agak pucat. Red-eye reduction tersedia untuk mengurangi efek mata merah. Disarankan gunakan flash hanya saat benar-benar diperlukan.
Kemampuan zoom 12x sangat berguna mendekatkan subjek jauh. Pada focal length 300mm equivalent, pengguna bisa memotret detail objek yang jauh. Kualitas tetap tajam hingga zoom maksimal berkat lensa berkualitas. Stabilisasi gambar sangat penting di zoom telephoto untuk mencegah blur akibat guncangan tangan.
ZoomPlus 24x menggunakan kombinasi zoom optik dan digital untuk jangkauan lebih jauh. Kualitas masih acceptable hingga 24x karena proses digital zoom yang cerdas. Zoom digital 48x sudah mengorbankan kualitas signifikan dan sebaiknya dihindari kecuali sangat diperlukan.
Kecepatan pemotretan berkelanjutan adalah 2,5 frame per detik di resolusi penuh. Kecepatan ini cukup untuk subjek bergerak lambat hingga sedang. Mode High-speed Burst bisa mencapai 7,2 fps namun resolusi diturunkan ke 5 megapiksel. Buffer memori bisa menampung sekitar 5-7 foto sebelum melambat untuk menulis ke kartu.
Akurasi fokus cukup baik di kondisi kontras normal. Kamera bisa lock focus dalam 0,3-0,5 detik tergantung cahaya. Mode face detection sangat membantu memastikan wajah subjek fokus tajam. Tracking AF lumayan responsif mengikuti subjek bergerak. Namun di lowlight atau subjek minim kontras, AF bisa hunting kesulitan fokus.
Jarak fokus minimum hingga 1 cm dalam mode makro. Ini sangat dekat memungkinkan foto close-up detail kecil seperti bunga, serangga, atau tekstur. Mode makro otomatis aktif saat zoom di posisi wide. Hasil foto makro tajam dengan background blur alami dari depth of field dangkal.
Layar dan Antarmuka Pengguna
Layar LCD berukuran 3 inci mendominasi bagian belakang kamera. Ukuran ini cukup besar untuk framing dan review foto nyaman. Diagonal layar sekitar 7,5 cm memberikan area pandang lega. Layar tidak bisa dimiringkan atau diputar, posisi fixed menghadap belakang. Ini adalah standar untuk kamera saku entry hingga mid-range.
Resolusi layar 461.000 titik memberikan tampilan cukup tajam. Meski bukan ultra high resolution, sudah cukup untuk melihat detail foto dan menu. Teknologi TFT LCD menghasilkan warna cerah dan sudut pandang cukup luas. Brightness otomatis menyesuaikan kecerahan layar dengan cahaya sekitar untuk visibilitas optimal.
Kecerahan layar bisa disesuaikan manual dalam 5 tingkat. Level maksimal cukup terang untuk visibilitas outdoor di bawah sinar matahari langsung. Level minimal cukup redup untuk kondisi gelap tidak menyilaukan mata. Auto brightness bekerja cukup akurat mendeteksi kondisi cahaya sekitar.
Antarmuka menu Canon terkenal user-friendly mudah dipahami. Menu utama dibagi dalam beberapa tab: pemotretan, playback, wireless, dan setup. Struktur hierarki jelas dengan submenu yang tidak terlalu dalam. Navigasi menggunakan tombol arah 4 arah dan tombol set di tengah. Tombol menu dan display untuk keluar atau mengubah tampilan info.
Icon dan tulisan cukup besar mudah dibaca. Penggunaan simbol universal membuat pengguna baru cepat adaptasi. Quick menu tersedia untuk akses cepat setting penting tanpa masuk menu utama. Cukup tekan tombol khusus muncul overlay setting seperti ISO, white balance, exposure compensation, dan lainnya.
Mode dial virtual di layar memilih mode pemotretan. Putar virtual dial dengan tombol arah kiri-kanan. Mode yang tersedia termasuk Auto, P (Program), SCN (Scene), Creative Shot, dan lainnya. Tampilan mode dial intuitif mirip mode dial fisik di kamera lebih besar.
Tampilan informasi saat pemotretan bisa diubah dengan tombol display. Level 1 menampilkan info minimal hanya grid dan level digital. Level 2 menampilkan semua info: mode, ISO, shutter, aperture, exposure, histogram, battery, shots remaining. Level 3 info overlay dengan grid 3×3 untuk komposisi rule of thirds.
Histogram real-time membantu pengguna memantau eksposur. Grafik distribusi brightness menunjukkan apakah foto over/underexposed. Pengguna bisa kompensasi eksposur sebelum jepret. Fitur ini sangat berguna bagi fotografer yang memahami histogram.
Playback review foto sangat cepat dan smooth. Zoom digital saat playback hingga 10x untuk cek detail dan fokus. Swipe navigasi antar foto dengan tombol kiri-kanan. Tampilan kalender memudahkan mencari foto berdasarkan tanggal. Index view menampilkan 9 foto sekaligus untuk navigasi cepat.
Konektivitas dan Berbagi
WiFi built-in pada Canon IXUS 285 HS mendukung beberapa mode koneksi:
Mode 1: Koneksi ke Smartphone/Tablet
Kamera bisa terkoneksi langsung ke perangkat iOS atau Android. Aplikasi Canon Camera Connect gratis di App Store dan Google Play. Setelah terinstall, pairing kamera dan ponsel melalui WiFi. Pengguna bisa transfer foto, remote shooting, dan view foto di kamera dari ponsel.
Mode 2: Koneksi ke Printer Nirkabel
Cetak foto langsung ke printer kompatibel PictBridge Wireless. Tidak perlu komputer atau kabel. Pilih foto di kamera, pilih printer, set jumlah cetak, selesai. Sangat praktis untuk mencetak foto acara atau gathering langsung dari lokasi.
Mode 3: Upload ke Cloud Service
Kamera bisa upload foto otomatis ke Canon Image Gateway. Layanan cloud Canon untuk backup dan berbagi foto. Dari Canon Image Gateway, foto bisa sync ke layanan lain seperti Google Drive atau Facebook. Setting dilakukan sekali, selanjutnya otomatis saat terhubung WiFi.
NFC (Near Field Communication) mempercepat proses pairing dengan perangkat Android. Cara penggunaannya:
- Install aplikasi Canon Camera Connect di ponsel Android dengan NFC
- Aktifkan NFC di pengaturan ponsel
- Di kamera, masuk menu WiFi dan pilih connect via NFC
- Tempelkan logo N di ponsel ke logo NFC di kamera
- Koneksi WiFi otomatis terbentuk tanpa input password
Untuk perangkat iOS tanpa NFC, pairing manual dengan memilih SSID kamera di setting WiFi ponsel.
Aplikasi Canon Camera Connect menawarkan fitur lengkap:
Transfer Foto: Browse semua foto di kamera. Pilih foto yang ingin ditransfer ke ponsel. Proses transfer cukup cepat via WiFi. Foto tersimpan di gallery ponsel siap di-share ke media sosial.
Remote Shooting: Kontrol kamera dari ponsel jarak jauh. Layar ponsel menampilkan live view dari kamera. Pengguna bisa sesuaikan setting, zoom, fokus, lalu jepret dari ponsel. Berguna untuk foto grup selfie atau foto dari sudut sulit.
Geotagging: Aplikasi bisa menambahkan data GPS lokasi ke foto. Ponsel merekam lokasi GPS lalu embed data ke metadata foto. Berguna untuk mengingat di mana foto diambil terutama saat travelling.
Image Sync: Fitur otomatis backup foto ke ponsel. Setiap kali kamera dan ponsel dalam jangkauan WiFi, foto baru otomatis tersinkronisasi. Pengguna tidak perlu repot transfer manual setiap kali.
Setting WiFi cukup mudah meski perlu dilakukan pertama kali. Canon menyediakan wizard setup step-by-step. Setelah setup awal, koneksi berikutnya lebih cepat tinggal pilih device yang sudah tersimpan. Password WiFi bisa diubah untuk keamanan.
Baterai dan Daya Tahan
Canon IXUS 285 HS menggunakan baterai lithium-ion NB-11LH yang rechargeable. Ini adalah baterai proprietary Canon dengan spesifikasi 3,6V dan 800mAh. Kapasitas 800mAh termasuk kecil namun cukup untuk kamera saku dengan efisiensi tinggi. Baterai dicharge menggunakan charger CB-2LF/CB-2LFE yang disertakan dalam paket penjualan.
Daya tahan baterai menurut rating CIPA adalah sekitar 250 foto per charge dalam mode normal. Angka ini diukur dengan standar CIPA yang mensimulasikan penggunaan nyata termasuk flash, zoom, dan playback. Daya tahan aktual bisa lebih tinggi atau rendah tergantung cara penggunaan.
Faktor yang mempengaruhi daya tahan:
- Penggunaan flash intensif akan menguras baterai lebih cepat
- Zoom berkelanjutan mengonsumsi daya lebih banyak
- Playback review foto dengan layar nyala lama mengurangi umur baterai
- Koneksi WiFi aktif terus menerus menghabiskan daya signifikan
- Suhu dingin mengurangi performa baterai
Di kondisi ideal tanpa WiFi dan flash minimal, baterai bisa bertahan hingga 300-350 foto. Sebaliknya dengan WiFi aktif dan flash sering, baterai mungkin habis di 150-200 foto. Perekaman video mengonsumsi lebih banyak daya, sekitar 40-50 menit perekaman Full HD per charge.
Waktu charging baterai kosong hingga penuh sekitar 2-2,5 jam menggunakan charger original. Charger bekerja dengan input 100-240V AC sehingga bisa digunakan di berbagai negara dengan adaptor plug. Indicator LED di charger menunjukkan status charging: merah saat charging, hijau saat penuh.
Tips menghemat baterai:
- Matikan kamera saat tidak digunakan daripada standby
- Kurangi brightness layar LCD ke level comfortable minimum
- Matikan WiFi jika tidak sedang transfer foto
- Batasi penggunaan flash hanya saat perlu
- Nonaktifkan image review otomatis atau kurangi durasinya
- Aktifkan eco mode untuk perpanjang battery life
- Bawa baterai cadangan untuk pemotretan seharian
Baterai NB-11LH kompatibel dengan beberapa kamera Canon lain seperti PowerShot A2300, A3400, A4000, IXUS 125HS hingga 185. Ini memudahkan pengguna dengan beberapa kamera berbagi baterai. Baterai original Canon harganya sekitar Rp 300.000-400.000. Alternatif third-party lebih murah Rp 100.000-150.000 namun kualitas dan daya tahan bervariasi.
Harga Canon IXUS 285 HS
Harga Canon IXUS 285 HS? saat pertama diluncurkan di Indonesia tahun 2016 berkisar Rp 3.200.000 hingga Rp 3.500.000 untuk unit baru resmi. Harga ini untuk paket standar berisi kamera, baterai NB-11LH, charger CB-2LF, strap, kabel USB, manual, dan CD software. Garansi resmi Datascrip 1 tahun untuk pembelian dari toko resmi.
Harga peluncuran global adalah sekitar $379 USD atau £369 GBP. Konversi ke rupiah ditambah pajak dan biaya distribusi menghasilkan harga ritel Indonesia. Posisi harga ini cukup kompetitif dibanding kompetitor seperti Sony WX350 atau Nikon Coolpix S9900 yang di range serupa.
Berapa harga kamera Canon IXUS? secara umum bervariasi tergantung model. Model entry-level seperti IXUS 185 dijual sekitar Rp 1,5-2 juta. Model mid-range seperti IXUS 285 HS di kisaran Rp 3-3,5 juta. Sementara model high-end dengan sensor lebih besar bisa Rp 5-7 juta atau lebih.
Harga Canon IXUS 285 HS baru turun bertahap setelah peluncuran. Di tahun 2017-2018, harga sudah turun ke Rp 2,8-3 juta. Tahun 2019-2020 turun lagi ke Rp 2,5-2,8 juta karena model lebih baru bermunculan. Menjelang 2021, produksi dan distribusi unit baru mulai berkurang drastis karena pasar kamera saku menyusut.
Harga Canon IXUS 285 HS Bekas Terbaru
Di tahun 2026 sekarang, Canon IXUS 285 HS sudah tidak dijual baru di toko resmi. Yang beredar adalah stok lama atau unit bekas (second). Pasar second cukup aktif karena banyak pengguna yang upgrade atau beralih ke ponsel. Harga bekas jauh lebih terjangkau dibanding harga peluncuran.
Canon Ixus 285 HS second di pasaran Indonesia tahun 2026:
- Kondisi mulus fullset: Rp 1.200.000 – Rp 1.500.000
- Kondisi normal dengan dus: Rp 900.000 – Rp 1.200.000
- Kondisi pemakaian tanpa dus: Rp 700.000 – Rp 900.000
- Kondisi minus fisik/fungsi: Rp 500.000 – Rp 700.000
Harga bervariasi tergantung beberapa faktor:
Kondisi Fisik: Unit mulus tanpa goresan atau penyok lebih mahal. Bodi metal tahan lama namun tetap bisa lecet jika tidak hati-hati. Kondisi lensa sangat penting karena goresan di lensa mempengaruhi kualitas foto. Layar LCD tanpa goresan nilai plus besar.
Kondisi Fungsi: Semua fungsi normal harga tinggi. Jika ada masalah seperti flash error, AF lemot, atau sensor issue, harga turun signifikan. Shutter count atau jumlah jepretan mempengaruhi nilai. Kamera dengan shutter count rendah lebih bernilai.
Kelengkapan: Fullset dengan dus, manual, CD, charger, kabel, strap harga lebih tinggi. Body only tanpa aksesori lebih murah. Charger original penting karena charger third-party tidak selalu kompatibel sempurna.
Garansi Toko: Unit bekas dengan garansi toko 1-3 bulan lebih mahal namun lebih aman. Pengguna punya waktu test fungsi kamera. Jika ada masalah bisa klaim garansi. Unit tanpa garansi lebih murah namun risiko ditanggung pembeli.
Lokasi dan Penjual: Harga di kota besar cenderung lebih murah karena persaingan. Penjual toko kamera bekas biasanya lebih mahal dari individu namun lebih terpercaya. Marketplace online seperti Tokopedia dan Shopee harga bervariasi perlu teliti membandingkan.
Beberapa listing terlihat di marketplace dengan harga sangat tinggi Rp 5-6 juta. Ini kemungkinan listing lama yang tidak update atau penjual tidak serius. Harga wajar bekas di 2026 maksimal Rp 1,5 juta untuk kondisi sempurna.
Review Canon IXUS 285 HS
Canon IXUS 285 HS review dari berbagai sumber dan pengguna menunjukkan penilaian positif untuk kamera saku kelas menengah. Kombinasi desain ramping, fitur lengkap, dan harga terjangkau menjadi nilai jual utama. Namun ada juga beberapa kekurangan yang perlu dipahami calon pembeli.
Rating dari platform review:
- Photography Blog: 4 dari 5 bintang – Recommended untuk kamera saku serba guna
- Amateur Photographer: 3,5 dari 5 bintang – Baik untuk casual photography
- Times of India: 3,5 dari 5 bintang – Well connected digicam dengan konektivitas unggul
- Pengguna Amazon: 4,2 dari 5 bintang berdasarkan ratusan review
- Pengguna di forum fotografi: Mayoritas puas terutama untuk travel dan daily use
Testimoni pengguna Indonesia:
“Kamera kecil praktis dibawa travelling. Kualitas foto bagus untuk kamera saku. WiFi sangat membantu langsung transfer ke HP terus upload Instagram. Baterai lumayan tahan seharian kalau tidak banyak video. Harga bekas Rp 900 ribu sangat worth it.” – Dinda, Jakarta
“Beli second untuk kamera cadangan. Sudah punya mirrorless tapi kadang malas bawa kamera besar. IXUS 285 ini pas buat daily carry. Hasil foto lebih bagus dari HP jadul saya. Zoom 12x berguna banget saat acara anak di sekolah.” – Bapak Andi, Bandung
“Kualitas build bagus kokoh meski ukuran kecil. Zoom lumayan jauh bisa foto burung atau kucing dari jarak aman. Cuma di lowlight kurang bagus noise cukup banyak. Overall satisfied untuk harga segini.” – Rian, Yogyakarta
Ulasan Mendalam Canon IXUS 285 HS
Kelebihan Canon IXUS 285 HS:
Portabilitas Excellent
Ukuran kecil dan ringan 147 gram bisa masuk kantong celana atau tas kecil. Tidak memberatkan saat dibawa seharian jalan-jalan. Selalu siap digunakan kapanpun momen menarik muncul. Jauh lebih praktis dibanding DSLR atau mirrorless yang bulky.
Kualitas Foto Memuaskan
Sensor 20,2MP menghasilkan foto detail dan tajam di kondisi cahaya cukup. Warna akurat dengan saturasi natural. Lensa 12x zoom sangat fleksibel untuk berbagai situasi. Kualitas jauh lebih baik dari kamera ponsel mid-range.
Konektivitas Modern
WiFi dan NFC memudahkan transfer foto ke ponsel. Berbagi ke media sosial langsung tanpa perlu laptop. Remote shooting dari ponsel sangat praktis untuk selfie grup. Fitur konektivitas relevan di era digital sekarang.
Fitur Lengkap
Mode pemotretan beragam untuk berbagai kondisi. Creative Shot menghasilkan variasi foto kreatif otomatis. Stabilisasi gambar efektif mengurangi blur. Video Full HD dengan stabilisasi 4-axis cukup smooth.
Antarmuka User-Friendly
Menu Canon terkenal mudah dipahami bahkan untuk pemula. Mode auto sangat cerdas mendeteksi scene dan setting optimal. Tidak perlu pengetahuan fotografi mendalam untuk hasil foto bagus.
Harga Terjangkau
Harga bekas Rp 700 ribu hingga Rp 1,5 juta sangat murah untuk kamera berkualitas. Investasi kecil untuk kualitas foto jauh lebih baik dari ponsel rata-rata. Cost per foto sangat rendah jika digunakan rutin.
Kekurangan Canon IXUS 285 HS:
Performa Lowlight Lemah
Sensor kecil 1/2,3 inci struggle di kondisi cahaya rendah. Noise signifikan mulai ISO 800 ke atas. Foto malam tanpa flash sering blur atau grainy. Perlu bantuan flash atau mode khusus night scene.
Bukaan Lensa Tidak Lebar
f/3,6 di wide dan f/7,0 di telephoto termasuk sempit. Sulit dapat bokeh background blur yang cantik. Kurang ideal untuk portrait dengan latar blur. Butuh cahaya lebih banyak dibanding lensa bukaan besar.
Tidak Ada Viewfinder
Hanya mengandalkan layar LCD untuk framing. Di bawah sinar matahari terik layar susah dilihat. Konsumsi baterai lebih boros karena layar selalu nyala. Viewfinder electronic atau optical akan sangat membantu.
Layar Fixed Tidak Bisa Dimiringkan
Layar tidak bisa flip atau tilt menyulitkan foto sudut tinggi atau rendah. Selfie harus tebak-tebakan komposisi karena tidak lihat layar. Vlogging tidak praktis tanpa layar lipat menghadap depan.
Prosesor Agak Lawas
DIGIC 4+ sudah generasi lama dibanding DIGIC 7 atau 8 di kamera terbaru. Kecepatan proses dan reduksi noise tidak se-optimal prosesor baru. Continuous shooting hanya 2,5 fps cukup lambat untuk aksi cepat.
Tidak Ada Mode Manual Penuh
Hanya ada mode P (Program AE) tanpa full manual M mode. Pengguna tidak bisa set shutter dan aperture independently. Kurang fleksibel untuk fotografer advance yang ingin full control.
Umur Baterai Terbatas
250 foto per charge termasuk sedikit. Seharian fotografi intensif pasti butuh baterai cadangan. Charging 2 jam cukup lama jika buru-buru. Kapasitas 800mAh memang kecil untuk standar sekarang.
Teknologi Sudah Tertinggal
Dirilis 2016 berarti sudah 10 tahun di 2026. Teknologi sensor, prosesor, konektivitas sudah jauh tertinggal. Kamera baru entry-level sekarang punya spesifikasi lebih baik. Hanya cocok sebagai kamera cadangan atau budget sangat terbatas.
Perbandingan dengan Kompetitor
Berikut perbandingan Canon IXUS 285 HS dengan beberapa kompetitor di kelas serupa saat peluncuran:
| Spesifikasi | Canon IXUS 285 HS | Sony WX350 | Nikon Coolpix S9900 | Panasonic TZ70 |
|---|---|---|---|---|
| Sensor | 20,2MP 1/2,3″ | 18,2MP 1/2,3″ | 16MP 1/2,3″ CMOS | 12,1MP 1/2,3″ |
| Prosesor | DIGIC 4+ | BIONZ X | EXPEED C2 | Venus Engine |
| Lensa | 25-300mm f/3,6-7 | 25-500mm f/3,5-6,5 | 25-750mm f/3,7-6,4 | 24-720mm f/3,3-6,4 |
| Zoom Optik | 12x | 20x | 30x | 30x |
| Stabilisasi | Intelligent IS | Optical SteadyShot | VR Hybrid | Power OIS |
| Layar | 3″ 461k | 3″ 460k | 3″ 921k | 3″ 1.040k |
| WiFi/NFC | Ya/Ya | Ya/Ya | Ya/Ya | Ya/NFC |
| Video | 1080p 30fps | 1080p 60fps | 1080p 60fps | 1080p 50fps |
| Baterai CIPA | 250 foto | 470 foto | 300 foto | 300 foto |
| Berat | 147g | 164g | 186g | 198g |
| Harga Rilis | $379 | $330 | $500 | $450 |
Analisis Perbandingan:
Zoom Reach: Kompetitor unggul dengan zoom lebih panjang. Sony WX350 mencapai 20x (500mm), Nikon dan Panasonic bahkan 30x (720-750mm). Canon IXUS 285 HS tertinggal dengan hanya 12x. Namun zoom lebih panjang sering mengorbankan kualitas gambar dan ukuran kamera.
Layar: Nikon S9900 dan Panasonic TZ70 punya layar resolusi lebih tinggi lebih dari 900k titik. Layar Canon dan Sony standar 460k titik. Resolusi tinggi membantu review foto lebih detail namun menguras baterai lebih cepat.
Video: Sony dan Nikon bisa 1080p 60fps untuk slow motion smoother. Canon dan Panasonic stuck di 30/50fps standar. Untuk videographer frame rate tinggi lebih baik untuk flexibility editing.
Baterai: Sony WX350 juara dengan 470 foto per charge hampir 2x Canon. Canon IXUS 285 HS paling boros hanya 250 foto. Ini kelemahan signifikan untuk travelling photography.
Portabilitas: Canon IXUS 285 HS paling ringan 147g dibanding kompetitor 164-198g. Perbedaan 20-50 gram terasa saat dibawa seharian. Canon juga paling ramping ideal untuk pocket carry.
Harga: Sony WX350 paling murah $330 dengan zoom 20x sangat value. Canon $379 di tengah-tengah. Nikon dan Panasonic lebih mahal $450-500 sesuai fitur advance.
Kesimpulan Perbandingan:
Pilih Canon IXUS 285 HS jika:
- Prioritas portabilitas dan desain ramping
- Antarmuka user-friendly Canon yang familiar
- Zoom 12x sudah cukup untuk kebutuhan
- Budget terbatas untuk harga bekas murah
Pilih Sony WX350 jika:
- Butuh zoom lebih panjang 20x
- Daya tahan baterai jadi prioritas
- Harga lebih murah sedikit
Pilih Nikon S9900 atau Panasonic TZ70 jika:
- Butuh zoom super telephoto 30x
- Layar resolusi tinggi penting
- Budget lebih longgar untuk fitur premium
Di 2026, semua kamera ini sudah lawas. Harga bekas serupa di range Rp 700 ribu – 1,5 juta. Pemilihan lebih ke preferensi brand dan ketersediaan unit bekas di pasaran. Canon dan Sony biasanya lebih mudah dicari.
Tips Membeli Canon IXUS 285 HS Second
Karena Canon IXUS 285 HS sudah tidak produksi, membeli second adalah satu-satunya opsi. Berikut tips detail agar mendapat unit berkualitas dengan harga fair:
Cek Kondisi Fisik:
Bodi Luar: Periksa seluruh permukaan bodi dari goresan, penyok, atau retak. Perhatikan sudut-sudut yang rawan benturan. Goresan ringan wajar untuk barang second, namun penyok atau retak tanda pemakaian kasar. Cek sekrup apakah ada yang hilang atau dol.
Lensa: Ini bagian terkritis. Nyalakan kamera dan zoom lensa keluar masuk beberapa kali. Perhatikan pergerakan smooth tanpa bunyi aneh. Cek elemen lensa depan dan belakang dari jamur, debu, atau goresan. Gunakan senter untuk melihat lebih jelas. Jamur terlihat seperti benang putih, goresan terlihat garis halus. Keduanya mempengaruhi kualitas foto.
Layar LCD: Cek dari dead pixel dengan tampilkan warna solid hitam, putih, merah, hijau, biru. Dead pixel terlihat sebagai titik warna beda. Cek juga goresan di permukaan layar. Touch screen tidak ada di kamera ini jadi tidak perlu test.
Flash dan Hotshoe: Nyalakan flash beberapa kali pastikan menyala terang. Cek kapasitor flash charging time tidak terlalu lama. Tidak ada hotshoe di kamera ini jadi skip.
Port dan Tutup: Buka tutup baterai dan kartu memori. Cek engsel tidak patah dan tutup masih rapat. Port USB dan HDMI (jika ada) tidak longgar. Coba colokkan kabel pastikan koneksi solid.
Test Fungsi Kamera:
Shutter: Jepret beberapa foto di berbagai mode. Dengarkan suara shutter smooth tanpa lag. Test continuous shooting pastikan kecepatan sesuai spek.
Fokus: Test autofokus di berbagai jarak dekat dan jauh. Pastikan cepat lock tanpa hunting berkepanjangan. Test macro mode untuk fokus dekat. Hasil harus tajam tidak blur.
Zoom: Zoom dari wide ke telephoto beberapa kali. Pergerakan harus smooth tanpa stuck. Motor zoom tidak berisik berlebihan. Test foto di berbagai posisi zoom untuk kualitas tajam.
Flash: Foto dengan flash di ruangan gelap. Flash harus cukup terang menerangi subjek. Cek hasil tidak overexposed atau underexposed. Red-eye reduction berfungsi.
Video: Rekam video beberapa detik. Cek stabilisasi bekerja dengan goyang kamera sedikit. Hasil video harus cukup stabil tidak goyang ekstrem. Audio rekaman jernih tanpa noise aneh.
WiFi dan NFC: Test koneksi ke ponsel jika memungkinkan. Install aplikasi Canon Camera Connect. Coba pairing dan transfer foto. Pastikan koneksi stabil tidak putus-putus. NFC coba tap ke ponsel yang mendukung.
Sensor: Ambil foto langit atau kertas putih untuk cek sensor. Zoom gambar maksimal saat playback. Cari dead pixel atau bintik hitam. Satu dua pixel mati masih wajar, banyak jadi masalah.
Baterai: Cek kesehatan baterai dari indikator. Baterai tua biasanya drop cepat setelah beberapa jepretan. Tanya penjual umur baterai. Baterai original lebih bagus dari KW.
Verifikasi Kelengkapan:
Dus dan Kartu Garansi: Unit fullset dengan dus original nilai lebih tinggi. Cocokkan nomor seri di dus dengan kamera. Kartu garansi asli bukti pembelian resmi meski sudah expired.
Aksesori Standard: Charger CB-2LF original, kabel USB, strap tangan, tutup lensa. Cek charger berfungsi normal charging baterai. Kabel USB tidak putus atau konektor longgar.
Manual dan CD: Buku manual bahasa Indonesia lebih bagus. CD software bonus meski jarang dipakai sekarang. Kelengkapan menunjukkan pemilik sebelumnya rajin merawat.
Baterai Cadangan: Jika penjual kasih baterai extra adalah bonus bagus. Cek kondisi baterai cadangan juga dari kembung atau tidak.
Memory Card: Kadang penjual kasih memory card bekas. Cek kapasitas dan kecepatan. Card rusak bisa corrupt data foto. Better beli card baru sendiri yang terpercaya.
Tempat Beli Terpercaya:
Toko Kamera Bekas: Lebih aman karena punya reputasi jaga. Biasanya kasih garansi toko 1 minggu hingga 3 bulan. Harga sedikit lebih mahal namun worth it untuk ketenangan. Bisa konsultasi dan tanya-tanya detail.
Marketplace Online: Tokopedia dan Shopee banyak penjual. Cek rating dan review penjual minimal 4,5 bintang dengan banyak transaksi. Baca review pembeli sebelumnya untuk mengetahui kualitas barang dan pelayanan. Gunakan fitur COD untuk cek barang sebelum bayar.
Forum Jual Beli: Forum fotografi seperti Kaskus atau grup Facebook kamera. Biasanya anggota komunitas lebih jujur jelaskan kondisi. Risiko lebih rendah karena reputasi di komunitas penting. Harga bisa lebih murah karena direct antar individu.
OLX dan Carousell: Platform iklan baris banyak penawaran. Lebih hati-hati karena tidak ada sistem escrow seperti marketplace. Selalu COD di tempat aman seperti mall atau cafe. Jangan transfer dulu sebelum lihat barang.
Tips Negosiasi Harga:
Bandingkan harga dari 5-10 penjual berbeda untuk tahu harga pasaran. Gunakan kondisi minus sebagai alasan nego seperti goresan, missing aksesori, atau fungsi kurang optimal. Tawarkan harga 10-20% di bawah harga asking. Penjual serius biasanya willing nego dalam batas wajar.
Jika beli beberapa item sekaligus seperti tas atau memory card tambahan, minta bundling discount. Tunjukkan keseriusan dengan respons cepat dan janji datang langsung. Penjual lebih suka pembeli serius daripada yang banyak tanya tapi gak jadi beli.
Cash ready membantu posisi tawar lebih kuat. Penjual lebih tertarik closing cepat dengan pembeli yang langsung bayar tunai. Hindari nego terlalu rendah yang menyinggung penjual. Nego dengan sopan dan reasonable.
Dokumen dan Legalitas:
Minta bukti pembelian asli jika ada untuk memastikan bukan barang curian. Cek nomor IMEI atau serial number tidak masuk daftar hitam. Buat tanda terima jual beli sederhana mencantumkan nomor seri, kondisi, dan harga. Foto KTP penjual untuk jaga-jaga jika ada masalah di kemudian hari.
Aksesori Pendukung Canon IXUS 285 HS
Beberapa aksesori penting untuk melengkapi pengalaman fotografi dengan Canon IXUS 285 HS:
Baterai Cadangan NB-11LH:
Sangat disarankan punya minimal 1 baterai extra. Baterai original Canon NB-11LH harga Rp 300.000-400.000 di toko resmi. Alternatif compatibel dari merek Wasabi Power atau Newmowa sekitar Rp 100.000-150.000 per buah. Beli sekalian charger dual untuk charge 2 baterai bersamaan lebih efisien.
Simpan baterai cadangan dalam tas kamera selalu siap. Rotate penggunaan baterai agar semua tetap sehat. Jangan biarkan baterai fully discharge lama karena bisa rusak. Charge sebelum pergi traveling agar semua baterai penuh.
Memory Card microSD:
Canon IXUS 285 HS support kartu microSD, microSDHC, dan microSDXC hingga 256GB. Pilih kartu kelas 10 atau UHS-I minimal untuk performa optimal terutama saat rekam video Full HD. Kartu lambat bisa menyebabkan lag atau rekaman patah-patah.
Rekomendasi merek: SanDisk Extreme, Samsung EVO Plus, atau Kingston Canvas. Kapasitas 32GB cukup untuk ratusan foto dan puluhan menit video. Kapasitas 64GB lebih leluasa tidak perlu sering kosongkan. Harga 32GB sekitar Rp 80.000-150.000 tergantung merek dan kecepatan.
Selalu format kartu di kamera sebelum pakai pertama kali. Jangan lepas kartu saat kamera menyala atau sedang menulis data. Backup foto ke komputer atau cloud storage rutin. Kartu bisa corrupt kapan saja tanpa peringatan.
Tas Kamera:
Pilih tas kecil khusus kamera saku atau pouch. Tas melindungi kamera dari benturan, debu, dan goresan. Material lembut seperti neoprene atau velvet bagian dalam mencegah scratch. Ukuran pas tidak terlalu longgar agar kamera tidak goyang dalam tas.
Alternatif gunakan hard case untuk perlindungan maksimal. Hard case tahan benturan keras cocok untuk adventure outdoor. Beberapa hard case dilengkapi slot untuk baterai dan memory card cadangan. Harga pouch Rp 30.000-100.000, hard case Rp 100.000-200.000.
Strap Tangan atau Leher:
Strap original dari Canon sudah cukup bagus namun banyak yang lebih nyaman dari brand lain. Strap tangan (wrist strap) mencegah kamera terjatuh saat pemotretan. Strap leher (neck strap) untuk gantung kamera di leher saat jalan-jalan.
Pilih strap dengan padding lembut tidak sakit di kulit. Lebar strap lebih nyaman tidak menggores. Kait strap harus kuat menahan berat kamera. Harga strap aftermarket Rp 20.000-100.000 tergantung bahan dan merek.
Screen Protector:
Tempered glass atau plastik pelindung layar mencegah goresan. Layar 3 inci IXUS 285 HS rawan gores jika tidak hati-hati simpan. Screen protector tipis tidak menganggu visibilitas. Mudah diganti jika sudah penuh goresan.
Harga screen protector untuk kamera saku Rp 20.000-50.000. Install hati-hati agar tidak ada gelembung udara. Bersihkan layar dari debu sebelum tempel protector.
Cleaning Kit:
Set pembersih kamera berisi blower, brush, cleaning fluid, dan microfiber cloth. Blower untuk tiup debu dari lensa dan sensor. Brush lembut untuk sapukan debu halus. Cleaning fluid khusus lensa untuk lap noda atau sidik jari. Microfiber cloth lembut tidak meninggalkan serat.
Bersihkan lensa dan bodi rutin agar kamera tetap prima. Jangan tiup dengan mulut karena ludah bisa korosif. Jangan lap lensa dengan kain sembarangan bisa sebabkan micro scratch. Harga cleaning kit lengkap Rp 50.000-150.000.
Mini Tripod:
Tripod kecil untuk stabilitas foto long exposure atau foto grup self-timer. Mini tripod ringan mudah dibawa dalam tas. Tinggi bisa disesuaikan dari 10-30 cm. Beberapa model punya ball head untuk ubah angle kamera.
Alternatif gorilla pod dengan kaki fleksibel bisa jepit di pagar atau pohon. Sangat berguna untuk foto kreatif dari sudut unik. Harga mini tripod Rp 30.000-150.000 tergantung kualitas dan fitur.
Tips Pemotretan dengan Canon IXUS 285 HS
Untuk hasil maksimal dari Canon IXUS 285 HS, ikuti tips pemotretan berikut:
Setting Optimal Berbagai Kondisi:
Outdoor Siang Hari: Gunakan mode Auto atau SCN Outdoor sudah cukup. ISO biarkan auto biasanya di 80-200. Matikan flash tidak diperlukan. Perhatikan arah cahaya matahari agar subjek tidak backlit gelap. Waktu terbaik pagi atau sore saat golden hour.
Portrait Orang: Pilih mode SCN Portrait untuk skin tone lebih halus. Gunakan zoom sedikit ke tengah atau telephoto untuk perspektif lebih flattering. Jangan wide angle karena wajah jadi distorsi. Minta subjek sedikit menjauh dari background agar dapat blur alami.
Landscape Pemandangan: Gunakan wide angle maksimal 25mm untuk tangkap landscape luas. Mode SCN Landscape meningkatkan saturasi warna langit dan hijauan. ISO rendah 80-100 untuk detail maksimal. Jika punya mini tripod gunakan untuk ketajaman sempurna.
Foto Malam: Mode Handheld Night Scene adalah pilihan terbaik. Mode ini gabungkan beberapa frame untuk kurangi noise. Pegang kamera stabil atau sandar ke tembok. ISO auto akan naik tinggi siap-siap dengan noise. Flash bisa digunakan untuk subjek dekat.
Lowlight Indoor: Cari sumber cahaya semaksimal mungkin. Posisikan subjek dekat jendela atau lampu. Mode Low Light membantu dengan ISO tinggi dan shutter lambat. Stabilisasi gambar bekerja keras jaga kamera stabil. Flash last resort karena hasil sering flat.
Memanfaatkan Mode Kreatif:
Creative Shot: Mode ini otomatis hasilkan 6 foto dengan efek berbeda. Sangat praktis untuk dapat variasi tanpa ribet edit. Hasil bisa langsung share yang paling menarik. Cocok untuk yang tidak mau repot post-processing.
Fish-eye Effect: Buat foto dengan distorsi mata ikan yang unik. Cocok untuk foto interior atau landscape yang ingin kesan dramatis. Jangan gunakan untuk portrait karena wajah jadi aneh.
Miniature Effect: Membuat scene seperti miniatur dengan blur selektif. Foto dari tempat tinggi ke bawah paling bagus hasilnya. Cocok untuk foto cityscape atau landscape luas. Subjek di tengah tajam sementara atas bawah blur.
Monochrome: Hitam putih klasik untuk kesan dramatis dan timeless. Cocok untuk portrait, street photography, atau landscape kontras tinggi. Perhatikan komposisi dan kontras lebih penting dari warna.
Tips Foto Lowlight:
Maksimalkan cahaya available jangan langsung pakai flash. Posisikan subjek dekat sumber cahaya seperti lampu atau jendela. Pegang kamera dengan kedua tangan rapat ke bodi untuk stabilitas. Tahan napas saat tekan shutter untuk kurangi guncangan.
Gunakan mode Handheld Night Scene atau Low Light yang sudah dioptimasi. ISO auto biarkan naik hingga 1600-3200 jika perlu. Hasil memang noise namun lebih baik dari foto blur. Reduksi noise otomatis akan proses di kamera.
Jika punya mini tripod gunakan untuk long exposure. Set self-timer 2 detik agar tidak goyang saat tekan shutter. Hasil akan jauh lebih tajam tanpa blur. ISO bisa diturunkan untuk noise minimal.
Teknik Komposisi Dasar:
Rule of Thirds: Bayangkan grid 3×3 di frame. Tempatkan subjek di perpotongan garis bukan di tengah. Hasil lebih dinamis dan menarik. Kamera punya grid overlay bisa diaktifkan di menu display.
Leading Lines: Gunakan garis alami seperti jalan, pagar, atau sungai untuk panduan mata ke subjek. Leading lines menciptakan depth dan dimensi. Sangat efektif untuk landscape dan street photography.
Framing: Gunakan elemen foreground sebagai frame alami untuk subjek. Contoh foto melalui jendela, pintu, atau cabang pohon. Framing memberi konteks dan fokus ke subjek.
Foreground Interest: Tambahkan elemen menarik di depan untuk depth. Bunga di depan dengan gunung di belakang contohnya. Layer foreground-midground-background menciptakan foto 3 dimensi.
Symmetry dan Pattern: Cari simetri atau pola berulang yang menarik. Pantulan di air, jendela berjajar, atau ubin lantai. Simetri pleasing to the eye secara natural.
Gunakan Zoom dengan Bijak:
Zoom optik 12x sangat powerful namun harus hati-hati. Di zoom maksimal guncangan tangan teramplifikasi sangat besar. Stabilisasi gambar membantu namun tetap pegang kamera extra stabil. Shutter speed minimal 1/300 detik di telephoto untuk hindari blur.
Zoom digital 48x sebaiknya dihindari karena kualitas drop drastis. ZoomPlus 24x masih acceptable untuk situasi darurat. Lebih baik crop foto setelah jepret daripada pakai zoom digital.
Jangan zoom sembarang untuk semua foto. Wide angle bagus untuk landscape dan konteks luas. Telephoto bagus untuk isolasi subjek dan kompresi perspektif. Tengah-tengah range zoom paling serbaguna untuk banyak situasi.
Perawatan dan Maintenance
Merawat Canon IXUS 285 HS dengan baik memastikan kamera awet bertahun-tahun:
Pembersihan Rutin:
Bodi Luar: Lap dengan microfiber cloth lembut setiap selesai pakai. Bersihkan debu dan kotoran sebelum mengeras. Jangan gunakan tissue atau kain kasar bisa scratch permukaan. Untuk noda membandel gunakan sedikit air atau cleaning solution khusus.
Lensa: Ini bagian paling kritis butuh perhatian extra. Tiup debu dengan blower sebelum lap. Jangan langsung lap karena debu keras bisa scratch coating lensa. Gunakan lens pen atau microfiber khusus lensa dengan gerakan melingkar dari tengah ke luar. Cleaning fluid khusus lensa untuk noda sidik jari atau minyak.
Layar LCD: Lap dengan microfiber lembut. Screen protector membantu kurangi frekuensi bersihin. Hindari tekan terlalu keras saat lap bisa rusak piksel.
Sensor: Sensor tertutup di dalam jadi tidak perlu bersihin manual. Jika curiga ada debu, bawa ke service center untuk sensor cleaning profesional. Jangan buka bodi sendiri berisiko rusak komponen.
Port dan Slot: Bersihkan port USB dan slot memory card dari debu dengan blower. Jangan colok cabut kabel kasar bisa longgarkan port. Tutup port selalu ditutup saat tidak dipakai.
Penyimpanan yang Benar:
Simpan kamera dalam tas atau dry box saat tidak digunakan. Dry box dengan silica gel menjaga kelembaban rendah mencegah jamur. Jamur musuh utama lensa dan elektronik kamera. Suhu penyimpanan ideal 15-25 derajat Celsius dengan kelembaban di bawah 60%.
Jangan simpan di tempat panas ekstrem seperti mobil parkir di terik matahari. Panas merusak baterai dan komponen elektronik. Jangan simpan di tempat lembab seperti basement atau kamar mandi. Kelembaban tinggi memicu jamur dengan cepat.
Keluarkan baterai jika tidak digunakan lama lebih dari sebulan. Baterai terpasang lama bisa leak merusak compartment. Simpan baterai terpisah di tempat sejuk dan kering. Charge baterai setiap 3-6 bulan sekali untuk jaga kesehatan sel.
Perawatan Lensa:
Selalu tutup lensa dengan tutup lensa jika kamera punya. IXUS 285 HS lensanya retract otomatis saat mati sudah terlindung. Tapi tetap simpan dalam tas jangan longgar di kantong bisa kena benda keras.
Hindari sentuh permukaan lensa dengan jari. Minyak dari kulit sulit dibersihkan dan bisa merusak coating. Jika tidak sengaja sentuh langsung bersihkan dengan lens pen.
Cek lensa rutin dari jamur terutama jika tinggal di daerah lembab. Jamur terlihat seperti benang putih atau bintik halus. Jamur stadium awal bisa dibersihkan service center. Stadium lanjut butuh ganti elemen lensa yang mahal.
Tips Memperpanjang Umur:
Hindari benturan atau jatuhan. Kamera kecil gampang terlepas dari tangan. Selalu pakai strap tangan atau leher sebagai pengaman. Letakkan kamera di tempat aman tidak tepi meja rawan jatuh.
Jangan ganti baterai atau memory card dengan tangan basah atau kotor. Air dan kotoran bisa masuk ke dalam. Pastikan tangan kering dan bersih sebelum buka compartment.
Hindari perubahan suhu drastis. Dari ruangan AC ke outdoor panas bisa sebabkan kondensasi di dalam lensa. Biarkan kamera adaptasi suhu bertahap sebelum digunakan. Taruh kamera di tas beberapa menit saat transisi suhu.
Format memory card rutin setiap beberapa bulan. Formatting di kamera lebih aman daripada delete semua foto. Format menjaga file system sehat mencegah corrupt.
Update firmware jika Canon rilis update. Firmware update biasanya perbaikan bug dan peningkatan stabilitas. Cek website Canon support untuk firmware terbaru model kamera.
Bawa ke service center setahun sekali untuk cleaning dan pengecekan menyeluruh. Teknisi bisa bersihkan bagian dalam dan cek komponen. Deteksi dini masalah sebelum jadi parah.
Rekomendasi
Canon IXUS 285 HS adalah kamera saku kompak yang menawarkan keseimbangan baik antara portabilitas, fitur, dan kualitas gambar. Sensor 20,2 megapiksel dan lensa zoom optik 12x memberikan fleksibilitas pemotretan untuk berbagai situasi. Konektivitas WiFi dan NFC modern memudahkan berbagi foto di era media sosial.
Keunggulan utama terletak pada desain ramping dan ringan yang sangat mudah dibawa kemana-mana. Mode pemotretan cerdas dan antarmuka user-friendly membuat siapa saja bisa langsung menggunakannya tanpa kurva belajar curam. Kualitas foto di kondisi cahaya cukup sangat memuaskan untuk kamera sekelas ini.
Namun keterbatasan juga ada terutama di performa cahaya rendah dan umur baterai yang terbatas. Teknologi 2016 sudah ketinggalan dibanding kamera baru atau bahkan ponsel flagship modern. Tidak ada viewfinder dan layar tidak bisa dimiringkan juga jadi minus untuk sebagian pengguna.
Rekomendasi pembelian:
Sangat direkomendasikan untuk:
- Pengguna yang butuh kamera cadangan ringan untuk travelling
- Pelajar atau mahasiswa dengan budget terbatas
- Orang tua yang ingin kamera simple tanpa ribet setting
- Fotografer yang sudah punya kamera utama butuh backup compact
- Pemburu barang second berkualitas dengan harga ekonomis
Tidak direkomendasikan untuk:
- Fotografer serius yang butuh kontrol manual penuh dan kualitas maksimal
- Pengguna yang sering foto lowlight atau malam hari
- Vlogger yang butuh layar flip dan autofokus video canggih
- Yang mengutamakan teknologi terkini dan terdepan
- Budget ada untuk kamera mirrorless entry level baru
Di harga bekas Rp 700 ribu hingga 1,5 juta, Canon IXUS 285 HS menawarkan value sangat baik. Investasi kecil untuk kualitas foto jauh lebih baik dari kebanyakan ponsel menengah. Cocok sebagai kamera pembelajaran fotografi dasar atau dokumentasi harian yang praktis.
Alternatif di budget serupa adalah Sony WX350 atau Nikon Coolpix seri S. Namun Canon punya keunggulan antarmuka user-friendly dan ekosistem aksesori luas. Brand recognition Canon juga memberi kepercayaan pada kualitas dan durabilitas.
Pastikan beli dari penjual terpercaya dengan garansi toko minimal untuk keamanan. Cek kondisi fisik dan fungsi dengan teliti sebelum beli. Investasi beberapa ratus ribu untuk aksesori seperti baterai cadangan dan tas akan sangat membantu pengalaman fotografi.
Pertanyaan Umum Canon IXUS 285 HS
Harga Canon IXUS 285 HS?
Harga saat peluncuran 2016 sekitar Rp 3,2-3,5 juta untuk unit baru. Di tahun 2026, harga bekas berkisar Rp 700 ribu hingga Rp 1,5 juta tergantung kondisi dan kelengkapan.
Canon IXUS 285 keluaran tahun berapa?
Canon IXUS 285 HS resmi diumumkan dan dirilis pada tanggal 5 Januari 2016 bertepatan dengan Consumer Electronics Show (CES) 2016.
Berapa harga kamera Canon IXUS?
Harga bervariasi tergantung model. Model entry-level Rp 1,5-2 juta. Model mid-range seperti IXUS 285 HS saat baru Rp 3-3,5 juta. Model high-end bisa Rp 5-7 juta.
Canon IXUS dirilis tahun berapa?
Seri Canon IXUS versi digital pertama kali dirilis tahun 2000. Sejak itu hingga sekarang sudah lebih dari 100 model IXUS diluncurkan.
Apakah Canon IXUS 285 HS masih bagus di 2026?
Untuk penggunaan casual dan sebagai kamera cadangan masih cukup bagus. Namun teknologi sudah tertinggal dibanding kamera atau ponsel flagship baru. Cocok untuk budget terbatas atau pembelajaran fotografi.
Berapa megapiksel Canon IXUS 285 HS?
Sensor 20,2 megapiksel efektif dari sensor CMOS tipe 1/2,3 inci.
Apakah bisa rekam video?
Ya, bisa rekam video Full HD 1080p pada 30 frame per detik dengan stabilisasi 4-axis Enhanced Dynamic IS.
Berapa zoom maksimal?
Zoom optik 12x dengan rentang focal length 25-300mm equivalent. ZoomPlus digital hingga 24x dan zoom digital hingga 48x.
Apakah ada WiFi?
Ya, dilengkapi WiFi built-in 802.11b/g/n dan NFC untuk koneksi mudah ke smartphone dan tablet.
Berapa daya tahan baterai?
Sekitar 250 foto per charge menurut rating CIPA dengan baterai NB-11LH 800mAh. Aktual bisa bervariasi tergantung penggunaan.
Apakah layar bisa diputar?
Tidak, layar LCD 3 inci fixed tidak bisa dimiringkan atau diputar.
Apakah ada mode manual?
Ada mode P (Program AE) namun tidak ada mode Manual penuh untuk kontrol shutter dan aperture independently.
Memory card apa yang digunakan?
Mendukung kartu microSD, microSDHC, dan microSDXC hingga kapasitas 256GB.
Apakah tahan air?
Tidak, Canon IXUS 285 HS tidak weather sealed atau waterproof. Hindari dari air dan debu berlebihan.
Dimana beli Canon IXUS 285 HS bekas?
Marketplace seperti Tokopedia dan Shopee, toko kamera bekas, forum fotografi, atau platform OLX dan Carousell.
Interogator Blog teknologi gadget canggih terbaru

