7 bahaya menggunakan laptop dipangku di atas paha bagi kesehatan

Posted on

Salah satu kelebihan laptop dibanding komputer desktop adalah berbobot lebih ringan. Selain itu desain minimalis, makin ke sini makin tipis. Maka tak heran, menggunakannya pun bisa di mana dan gaya apa saja. Termasuk sambil rebahan di atas kasur dan duduk dipangku di atas paha.

Baca juga: Alasan mengapa menggunakan laptop di atas kasur dan bantal tidak boleh

Namun, di balik kenyamanan ternyata ada efek samping cukup bahaya. Baik dari segi perangkat yang lumrah disebut notebook itu sendiri maupun pemakainya (kita). Dari segi laptop misalnya jatuh dan kemudian hancur. Atau paling ringan, hard disk rusak gara-gara kasur dan paha sering ikut goyah saat kita bergerak.

Di sisi lain, apa bahaya menggunakan laptop dipangku dari segi pengguna? Jika pada laptop merusak hardware, maka pada manusia berefek pada kesehatan. Hal ini dipengaruhi dari radiasi, paparan sinar, dan posisi yang tidak tepat. Efek samping – efek samping itu iyalah ketujuh poin berikut ini.

Advertisement

Bahaya efek pakai laptop dipangku di atas paha bagi kesehatan

1. Dapat menyebabkan iritasi pada kulit paha

Bahaya yang pertama adalah menyebabkan iritasi kulit. Tentunya kulit paha, bukan lainnya. Karena diletakkannya memang di atas bagian tubuh itu. Penyebabnya adalah karena panas yang dihasilkan laptop. Jadi, bila dipangku dalam waktu lama, apalagi tidak alasi, maka kulit paha akan terasa gatal dan perih.

2. Dapat menyebabkan perubahan warna kulit

Selain iritasi, bahaya lain menggunakan laptop dipangku di atas paha adalah menyebabkan perubahan warna kulit. Penyebabnya masih sama, panas radiasi dari notebook. Selain perubahan warna karena akibat digaruk gara-gara gatal iritasi, perubahan dalam hal ini lebih tepatnya seperti gelap atau gosong. Kalau dibanding warna kulit bagian lain akan tampak belang.

3. Dapat menyebabkan kanker

Bagi sebagian orang mungkin tidak bermasalah dengan iritasi dan perubahan warna kulit. Namun, bagaimana kalau soal kanker? Ya, penggunaan laptop di atas paha juga menyebankan penyakit bahaya ini. Tepatnya kanker kulit. Penyebabnya masih sama, panas radiasi laptop. Selain kanker kulit, jangan lupakan juga organ tubuh lain yang dekat, seperti misalnya t*stis.

Advertisement

Baca juga: Pengertian, perbedaan, dan kegunaan mode sleep, hibernate, dan shutdown pada komputer

4. Mengurangi kualitas sp*rma

Di atas sudah diingatkan masalah t*stis. Tentu ini menyerang pada pria saja. Sebahaya apakah? Yaitu dapat mengurangi jumlah sp*rma. Bahkan bukan jumlah saja, melainkan kualitas juga menurun. Makanya, jika tidak ingin terganggu soal kesuburan r*produksi, hindari pemakaian laptop di atas paha ya…

5. Munculnya gangguan tulang belakang, punggung, leher, dan pundak

Sudah banyak yang menyarankan posisi menggunakan komputer harus sejajar dan lurus dengan kepala. Ini berlaku juga pada laptop. Jadi, kalau dipangku di atas paha jelas tidak bisa memenuhi anjuran tersebut. Karena sudah pasti lebih ke bawah. Sehingga mengharuskan kepala menunduk dan punggung melengkung. Dalam durasi pendek mungkin hanya pegal. Namun bila panjang, bukan tidak mungkin mendatangkan penyakit yang lebih serius.

6. Masalah pergelangan tangan

Jelasnya, menggunakan laptop dengan dipangku di atas paha bukanlah posisi yang ideal. Selain menyebabkan punggung dan pundak pegal, pergelangan tangan yang mengoperasikan keyboard dan touchpad juga tidak bisa mendapatkan posisi yang tidak tepat. Hasilnya akan lebih cepat pegal daripada penggunaan normal di meja. Di samping itu, seringnya kena panas radiasi menyebabkan juga sering kesemutan, kapalan, dan gatal-gatal.

7. Menyebabkan gangguan kehamilan

Jika nomor keempat berpengaruh pada pria, bahaya menggunakan laptop dipangku yang terakhir ini khusus pada wanita. Saat hamil dan mengoperasikan notebook dengan diletakan di atas paha, secara otomatis radiasi akan mempengaruhi janin dalam perut. Mengapa? Alasan simpelnya jarak dekat. Alasan kompleksnya silakan tanyakan saja ke dokter, hehe.

Selanjutnya baca: Menggunakan laptop sambil charging, lebih baik baterai dicopot atau tetap dipasang saja?

Advertisement

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *